LPPM STMIK Primakara merupakan sebuah unit yang berada langsung di bawah Divisi Pusat Inovasi. Tugas pokok dari LPPM adalah merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan penelitian serta pengembangan terhadap seluruh kegiatan penelitian yang dilakukan oleh civitas akademika STMIK Primakara. Hal ini dilakukan dengan pengelolaan dana untuk hibah internal penelitian serta melakukan seleksi dan penentuan proposal penelitian yang dilanjutkan dengan proses monitoring serta evaluasi

VISI MISI

LPPM STMIK PRIMAKARA

Kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan penelitian sejalan dengan visi institusi. Untuk mendukung visi STMIK Primakara dan mewujudkan cita­cita luhur tersebut, maka LPPM STMIK Primakara memiliki visi sebagai berikut:

“Menjadi pusat penelitian, pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan yang profesional berbasis teknologi digital untuk kepentingan industri dan masyarakat”

LPPM

STMIK PRIMAKARA

Misi LPPM STMIK Primakara:

  • Melakukan pengelolaan serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat oleh civitas akademik STMIK Primakara.
     

  • Mendorong setiap dosen untuk melaksanakan penelitian yang mampu menghasilkan hak kekayaan intelektual (HaKI) dan paten serta penelitian yang memiliki nilai ekonomis.
     

  • Bekerjasama dengan instansi baik pemerintah maupun swasta, dari dalam maupun luar negeri untuk meningkatkan jumlah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta publikasi ilmiah.
     

  • Mendorong dosen untuk berserikat serta ikut serta dalam kegiatan ilmiah untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
     

  • Memberikan insentif bagi dosen yang memiliki prestasi dalam bidang penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kegairahan dalam melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

RESEARCH

Merujuk pada Statuta STMIK Primakara, riset yang diselenggarakan STMIK Primakara meliputi riset  dasar dan terapan dengan tujuan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta  inovasi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa dengan arah dan tahapan yang jelas. Kegiatan riset tersebut dilaksanakan dalam bentuk monodisiplin, multidisiplin, interdisiplin, atau transdisiplin. Oleh karena itu, STMIK Primakara mendorong semua peneliti untuk bergabung dalam naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Primakara.

Serta penelitian lainnya yang berupaya untuk mendukung digitalisasi, integrasi, pengolahan dan tata kelola data ataupun informasi pada bidang­bidang non­teknologi maupun sosial seperti pemerataan dan ketahanan pangan, perubahan iklim dan kelestarian lingkungan, integrasi sosial budaya dan pariwisata, kesehatan obat­obatan dan gizi, pendidikan dan pengajaran.

6.

Technopreneurship yang membahas  tentang  bisnis  digital,  valuasi  bisnis digital/digital startup dan e­Commerce

1.

Berdasarkan dua bidang unggulan tersebut, dijabarkan sub bidang diantaranya:

TOPIK

UNGGULAN

Adapun bidang­ bidang penelitian yang menjadi pokok penelitian utama atau unggulan tersebut yakni:

Technopreneurship dan Rekayasa Teknologi

Smart City antara lain dengan topik eLearning, eGovernment, eSchool, eTourism, eHealth, Smart Village, dll

2.

Animasi dan   game, yang mendukung pelestarian alam, lingkungan, budaya dan warisan leluhur serta metode pengajaran.

3.

Information Retrieval, yang terdiri dari topik­topik pengelolaan informasi yaitu Data Mining, Big Data, Enterprise Resource Planning (ERP) dan integrasi data akuntansi.

4.

Sistem cerdas, yang terdiri dari Robotika dan Internet of Thing (IoT).

5.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Pemerintah Kota Denpasar

Pemerintah Kabupaten Badung

PARTNER

COMMUNITY

SERVICES

Pengabdian Kepada Masyarakat STMIK Primakara dilaksanakan secara terencana, konsisten dan berkelanjutan, sehingga menghasilkan luaran (outcome) yang jelas bagi lembaga pendidikan tinggi, baik dalam internalisasi dan institusionalisasi ilmu pengetahuan dan teknologi maupun komersialisasi inovasi, baik dalam pengembangan pendidikan maupun penelitian, baik dalam integrasi ilmu maupun kolaborasi institusi. PKM yang terencana, konsisten dan berkelanjutan, baik bidang ilmu, pendekatan, sasaran maupun lokasi, diyakini akan berdampak nyata dan berlipat (multiplier effect) terhadap masyarakat yang diberdayakan. Mengadaptasi strategi pemberdayaan (empowerment) atau pengembangan masyarakat (community development), PKM yang terencana, konsisten dan berkelanjutan merupakan prasyarat bagi terbangunnya masyarakat yang berdaya dan mandiri, yang bukan hanya membuktikan fungsi tridharma, tetapi melekatkan institusi pendidikan tinggi pada seluruh dimensi masyarakat. Mewujudkan keberhasilan (outcome) PKM yang berkelanjutan pada masyarakat yang diberdayakan seharusnya menjadi orientasi dan landasan utama perguruan tinggi untuk melakukan eskalasi dan reflikasi PKM ke lingkungan yang lebih luas, seperti PKM wilayah perbatasan, PKM pulau terpencil dan bahkan dalam era keterbukaan (konektifitas) membuka peluang bagi terselenggaranya PKM yang bersifat lintas batas.